LOGO dpmptsp
Beranda > Berita > Fasilitasi Penyelesaian Permasalahan Dan Hambatan Yang Dihadapi Oleh Para …
LINTAS SEKTOR

Fasilitasi Penyelesaian Permasalahan dan Hambatan yang dihadapi oleh Para Pelaku Usaha, Hotel Montana - 27 Juni 2024

Posting oleh dpmptsplobar - 4 Juli 2024 - Dilihat 62 kali

PERSOALAN LISTRIK, AIR, TRANSLAUT, DAN AGRARIA MASIH JADI HAMBATAN INVESTASI.
==================================
Target investasi di Lombok Barat tahun 2024 dalam rupiah sebesar 1 Trilyun, namun hingga pertengahan tahun realisasi investasi baru mencapai 165 Milyar (16,7%, Sumber : OSS TW I) dengan penyumbang terbesar dari sektor tourism investment. Rendahnya realisasi investasi ini mendorong Tim DPMPTSP Lobar sigap melakukan monev ke sejumlah destinasi wisata guna mengetahui lebih dekat dan detail apa masalah dan hambatannya. Adapun lokus monev kali ini ke Gili Asahan dan Gili Layar, salah satu destinasi andalan Lombok Barat. Dari hasil monev terungkap sejumlah persoalan lokal yang disinyalir menjadi hambatan serius investasi, diantaranya ketersediaan air bersih, listrik, aksesibitas transportasi laut, dan potensi persoalan agraria.

Sejumlah persoalan tersebut kemudian dibawa ke forum rapat lintas sektor yang difasilitasi DPMPTSP Lombok Barat yang dilaksanakan di Hotel Montana, Senggigi (27/06/2024). Selain DPMPTSP selaku fasilitator, turut hadir dalam rapat dimaksud beberapa unsur terkait sebagai narasumber, yakni Dishub, PT. PLN VP3 Matararam, Kantah ATR/BPN, dan PTAM Menang serta perwakilan investor setempat PT. Matahari Luxury Villas dan PT. Hospitality International Investment. Rapat di awali dengan sambutan pembuka oleh Kadis PMPTSP, penyampaian materi tentang kebijakan dan program layanan dari masing-masing narasumber, ekspose masalah dan hambatan investasi, dilanjutkan dengan diskusi/tanya jawab.

Dalam sambutannya Kadis PMPTSP Lombok Barat menyampaikan tentang pokok kebijakan dan komitmen pemerintah dalam hal investasi dan kemudahan berusaha, Pasca pemberlakuan UU  Cipta Kerja, Pemerintah dan Dunia Usaha memiliki tanggung jawab bersama menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat. Salah satu instrumentnya yakni dengan mendorong peningkatan ekosistem investasi, kemudahan berusaha, penyediaan infrastruktur dasar publik, dan penyelenggaraan perizinan yang mudah, cepat dan akuntabel yang pada akhirnya akan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kita semua tentu berharap melalui pertemuan strategis ini akan menghasilkan konklusi yang solutif atas semua masalah dan hambatan investasi yang dihadapi investor di Gili Asahan dan Gili Layar pada khususnya dan di Kabupaten Lombok Barat pada umumnya ucapnya.

Konklusi yang didalamnya berisi saran, masukan serta harapan investor dan masyarakat yang dihasilkan dari pertemuan ini akan dibawa ke forum otoritas sebagai bahan pengambilan kebijakan di bidang investasi dan kemudahan berusaha.

Insya Allah, dengan moto LOBAR SIGAP yang terinternalisasi pada segenap jajaran Pemkab Lobar di bawah kepemimpinan dan komitmen tinggi Pj. Bupati Lobar H. Ilham, segala persoalan investasi step by step akan segera teratasi.


Silahkan beri komentar

Email tidak akan di publikasi. Field yang harus diisi ditandai dengan tanda *